KontraS: Serangan ke Andrie Yunus Upaya Bungkam Suara Kritis, Ini Jurang Demokrasi
JAKARTA, Pilarind.id – KontraS mengecam keras penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinatornya, Andrie Yunus, dan menilainya sebagai upaya nyata untuk membungkam suara kritis pembela HAM.
“Peristiwa ini bukan lagi alarm bahaya demokrasi, ini adalah jurang demokrasi, titik nadir demokrasi,” ujar Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, Jumat (13/3).
Dimas menegaskan serangan ini berkaitan erat dengan aktivitas Andrie, terutama kritiknya terhadap militerisme dan rancangan UU TNI. Ia juga mengungkapkan Andrie sudah sering menerima intimidasi sebelumnya. Penyiraman air keras dinilai berpotensi berujung pada pembunuhan, sehingga harus dikualifikasikan sebagai percobaan pembunuhan.
KontraS mendesak polisi mengusut tuntas kasus ini, ungkap pelaku dan motifnya. Mereka juga menekankan pentingnya negara melindungi pembela HAM sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya, Andrie dikabarkan stabil tapi masih serius, dirawat di RSCM dengan luka bakar 24 persen. Polisi juga menyatakan penyelidikan tetap berjalan maksimal meski belum bisa memeriksa Andrie langsung.











