Anggaran Karangan Bunga Bekasi Tembus Rp444 Juta
Kabupaten Bekasi – Alokasi anggaran belanja karangan bunga di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bekasi untuk Tahun Anggaran 2026 menuai sorotan tajam. Pasalnya, nilai pengadaan yang tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP tersebut mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp444.800.000.
Berdasarkan pantauan data pada paket dengan Kode RUP 62776406, anggaran hampir setengah miliar rupiah tersebut hanya dialokasikan untuk satu item penunjang seremoni. Angka ini dinilai tidak proporsional jika dibandingkan dengan belanja urusan wajib yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menanggapi temuan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahamuda, Jaelani Nurseha, angkat bicara. Ia menilai kebijakan penganggaran tersebut menunjukkan kurangnya empati pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat di akar rumput.
“Anggaran sebesar 444 juta rupiah hanya untuk kirim bunga itu sangat tidak masuk akal. Di saat rakyat Bekasi masih banyak yang mengeluhkan infrastruktur rusak dan sulitnya akses ekonomi, pemerintah justru menghamburkan uang untuk simbolisme yang sifatnya konsumtif,” tegas Jaelani Nurseha kepada wartawan, Selasa (21/4).
Jaelani juga menekankan bahwa anggaran tersebut mencerminkan prioritas yang salah dalam pengelolaan APBD. Menurutnya, fungsi anggaran seharusnya lebih dititikberatkan pada program-program pemberdayaan atau pengentasan kemiskinan.
“Bayangkan, nilai ini bahkan jauh lebih tinggi dibanding belanja bahan pokok untuk operasional rumah dinas pimpinan daerah. Ini adalah bentuk pemborosan nyata. Kami dari Mahamuda mendesak agar anggaran ini dievaluasi atau dipangkas untuk dialihkan ke sektor yang lebih produktif bagi warga Bekasi,” lanjutnya.
Lebih jauh, Jaelani mengingatkan bahwa dalam dashboard audit pengadaan, sudah terlihat adanya indikasi potensi pemborosan secara umum yang mencapai puluhan miliar rupiah. Item karangan bunga ini, menurutnya, hanyalah “puncak gunung es” dari pola penganggaran yang tidak efisien.
“Kami akan terus mengawal ini. Jangan sampai uang pajak rakyat Bekasi habis hanya untuk pajangan ucapan yang layu dalam dua hari, sementara kebutuhan dasar rakyat masih banyak yang belum terakomodir,” tutup Jaelani dengan nada bicara tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait rincian volume dan urgensi dari besarnya anggaran karangan bunga tersebut. (Ren)










