Bekasi Jadi Kunci Kelancaran Mudik 2026, GT Setu Dibuka Fungsional untuk Urai Kepadatan KM 66
Kabupaten Bekasi- Wilayah Bekasi dipastikan memegang peran strategis dalam arus mudik Lebaran 2026 seiring rencana pengoperasian fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan hingga Gerbang Tol (GT) Setu.
Untuk pertama kalinya, GT Setu Bekasi akan dibuka secara gratis guna mendukung kelancaran mobilitas pemudik dari arah Jakarta menuju Trans Jawa dan Bandung.
PT Jasa Marga melalui anak usahanya, PT Jasamarga Japek Selatan, menyampaikan bahwa pembukaan fungsional ruas ini menjadi bagian dari strategi mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Tol Jakarta-Cikampek eksisting, khususnya di titik rawan kemacetan KM 66.
Dengan tersambungnya ruas Sadang-Setu, arus kendaraan dari ibu kota tidak lagi terfokus pada satu jalur utama.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan pengoperasian fungsional Tol Japek II Selatan saat Lebaran 2026 akan lebih panjang dibanding periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya dibuka dari GT Sadang hingga Bojongmangu, kini ruas tersebut akan diperpanjang hingga Setu Bekasi dengan total panjang sekitar 54,75 kilometer.
“Kalau dulu kan harus melewati kawasan industri, sekarang jalan tolnya sudah sampai Setu. Walaupun masih fungsional, nanti akan kami lengkapi dengan lampu permanen supaya masyarakat yang melintas tetap merasa aman dan nyaman,” ujar Rivan di Jakarta, 10 Januari 2026.
Pembukaan GT Setu secara fungsional sekaligus menandai perdana pengoperasian empat seksi Tol Japek II Selatan.
Bekasi pun tak lagi hanya menjadi daerah lintasan, tetapi bertransformasi menjadi simpul penting penghubung Jakarta dengan wilayah selatan Jawa Barat dan jalur Trans Jawa.
Menurut Rivan, keberadaan ruas ini akan berfungsi sebagai “penyelaras arus” untuk mengurangi beban lalu lintas di Tol Japek eksisting. Harapannya, distribusi kendaraan menjadi lebih merata sehingga potensi kemacetan panjang saat puncak arus mudik bisa ditekan.










