Ramai Figur Cawabup Bermunculan, Mahamuda Sebut Keseimbangan Utara-Selatan Jadi Kunci

Kabupaten Bekasi-Dinamika politik di Kabupaten Bekasi kian memanas seiring makin dekatnya proses penetapan dan pelantikan dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif. Fenomena bermunculannya nama-nama figur bakal calon Wakil Bupati yang secara masif diunggah di platform media sosial hingga grup-grup WhatsApp belakangan ini mendapat sorotan tajam dari Organisasi Kepemudaan Mahamuda Bekasi.
Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi

Sekretaris Jenderal Mahamuda Bekasi, Jaelani Nurseha, menilai maraknya cek gelombang atau test wave kepopuleran figur di media sosial oleh berbagai partai politik koalisi merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar tren tersebut tidak mengesampingkan esensi utama kebutuhan riil daerah.

“Fenomena maraknya ‘player’ dan figur calon wakil bupati di media sosial serta grup WhatsApp belakangan ini membuktikan betapa seksi dan strategisnya posisi tersebut. Namun kami menegaskan, penetapan Wakil Bupati Bekasi nantinya tidak boleh hanya didasari oleh populisme digital atau sekadar kompromi politik transaksional di ruang tertutup,” tegas Jaelani Nurseha dalam keterangannya.

Jaelani menguraikan bahwa pendamping bupati mendatang harus memenuhi kualifikasi kepemimpinan yang utuh demi menjamin roda pemerintahan berjalan optimal.

“Siapa pun yang akan dipilih untuk mendampingi Bupati Bekasi harus memenuhi tiga pilar kualifikasi mendasar. Pertama, harus bersih secara moral dengan rekam jejak yang transparan dan terbebas dari isu korupsi. Kedua, efektif dan mahir dalam birokrasi agar bisa langsung tancap gas mengawal program daerah. Ketiga, kuat secara politik demi memelihara sinergi yang kondusif di tingkat eksekutif maupun legislatif,” jelasnya.

Selain aspek kualifikasi individu, Jaelani kembali menggarisbawahi krusialnya peta keseimbangan politik kewilayahansebagai pertimbangan utama partai politik pengusung.

“Ketika bupati definitif diisi oleh figur yang merepresentasikan wilayah Utara, maka sangat ideal dan krusial apabila kursi Wakil Bupati diakomodasi dari keterwakilan wilayah Selatan. Keseimbangan geopolitik ini penting untuk menjaga rasa keadilan pembangunan, dari kawasan industri di Selatan hingga wilayah pesisir di Utara,” urai Jaelani.

Mengakhiri pernyataannya, Jaelani mengimbau pimpinan partai politik koalisi agar bijak menyikapi riuh dinamika media sosial dan fokus pada kehendak riil masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jajaran parpol koalisi agar memilih sosok Wakil Bupati yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi nyata warga Kabupaten Bekasi. Jangan sampai proses penentuan wakil bupati ini hanya sebatas deal-dealan elit atau hitung-hitungan selera medsos semata, melainkan harus menghadirkan figur yang sanggup membawa solusi nyata bagi daerah,” pungkas Jaelani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *