Respons Mosi Tidak Percaya Pegawai, Plt Bupati dan DPRD Bekasi Sepakat ‘Bongkar’ Manajemen Tirta Bhagasasi

Kabupaten Bekasi-Gejolak internal Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi kian meruncing. Gelombang protes ratusan pegawai yang membentangkan spanduk mosi tidak percaya terhadap Direktur Umum (Dirum) dan mengancam mogok kerja kini mendapat respons keras dari pimpinan daerah serta pimpinan legislatif.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak tinggal diam menghadapi kegaduhan BUMD penyedia air minum tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa hasil kajian dari Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Bhagasasi telah resmi diterima dan siap ditindaklanjuti secara menyeluruh.

“Sudah (diterima). Ketika sudah ada kajian, kita nanti naik ke tingkat evaluasinya secara menyeluruh. Semua kita akan evaluasi lah,” tegas Asep usai menerima audiensi di Gedung Wibawa Mukti.

Pria yang berdomisili di Cikarang Utara ini menekankan bahwa evaluasi menyeluruh dan objektif akan dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh keterangan dari pihak-pihak terkait. Langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan tata kelola Perumda Tirta Bhagasasi agar kembali profesional, transparan, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.

Sikap tak kalah keras dilontarkan oleh jajaran legislatif. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Ridwan Arifin, menilai gejolak internal ini menjadi ‘alarm keras’ bagi Pemkab Bekasi untuk segera membongkar dan membenahi tata kelola BUMD tersebut dari akar-akarnya.

Pria yang akrab disapa Iwang ini menyoroti peran vital Perumda Tirta Bhagasasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, namun justru terus-menerus dihantam persoalan manajemen internal dari tahun ke tahun.

“PDAM itu sumber air yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Namun faktanya, dari tahun ke tahun justru terus menjadi persoalan. Sudah saatnya dilakukan revolusi total dalam pembenahan manajemen,” ujar Iwang dengan nada tegas, Senin (27/7/2026).

Iwang juga mengingatkan agar mosi tidak percaya dan ancaman mogok kerja dari ratusan pegawai tidak dipandang sebelah mata. Menurutnya, aksi tersebut merupakan indikasi nyata adanya masalah yang lebih besar dan sistematis di tubuh organisasi Perumda Tirta Bhagasasi.

“Persoalan ini harus dibuka secara transparan agar akar masalahnya dapat ditemukan dan diselesaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup