Punya 200 Koleksi, Pensiunan Nakes di Bekasi Sukses Unjuk Gigi di Pameran Bonsai Nasional

Kabupaten Bekasi – Koleksi bonsai dari jenis ficus microcarpa atau beringin milik Sang Ketua berhasil meraih dua medali terbaik di pameran nasional bonsai yang diselenggarakan pada 2023 lalu di Bandung.

“Langsung Kobayashi dari Jepang yang menancapkan medali di pohon saya,” ujarnya.

Tidak main-main, pemilik nama asli Aam Sumarja ini menggeluti keindahan liuk miniatur beringin sejak 2004 an. Berawal dari kecintaannya pada tanaman, ditambah memang dirinya berasal dari anak petani di desa.

“Awalnya otodidak, tapi makin kesini karena butuh pengayaan keilmuan di bonsai, ditambah saya juga suka, maka saya mulai banyak baca dan belajar dari yang sudah senior untuk memperdalam ilmu di bonsai,” paparnya.

Untuk mencari bahan-bahan pohon yang akan dibonsai Ketua, begitu panggilan akrabnya di komunitas penghobi bonsai itu mengaku didapat darimana saja.

“Malah kebanyakan saya dapat di kota. Bisa beli dari temen atau petani-petani yang saya kenal. Yang jual bahan murah murah, tinggal nanti kita olah sendiri sesuai selera biar makin jadi bentuk dan karakternya,” ungkap Ketua.

Bonsai koleksi olahan pria kelahiran Ciamis tahun 1959 silam itu bahkan pernah dibayar oleh kolektor hingga Rp.125 juta.

“Tapi bonsai bukan soal uang, melainkan ada kepuasan yang dikejar dari setiap keindahan liukkan akar hingga cabangnya. Kita setiap hari membentuk dahan dan akarnya dengan hati-hati supaya karakternya muncul dan menonjol hingga terlihat indah,” jelasnya.

Pensiunan tenaga kesehatan ini saat ini fokus memproduksi ratusan bonsai dari jenis ficus. Bahkan koleksi di kebonnya mencapai 200 an pohon lebih.

Untuk diketahui, Kunio Kobayashi adalah seorang seniman bonsai ternama di Jepang kelahiran 1948 dan pemilik Museum Bonsai Shunkaen di Tokyo. Hingga saat ini kiblat komunitas pecinta bonsai di dunia masih mengarah pada Kobayashi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup