Diduga Ada “Ordal” dalam Rekrutmen, Warga Sukaresmi Geram: Melamar Tanpa Titipan, Tak Pernah Dipanggil Lagi
Kabupaten Bekasi – Dugaan praktik rekrutmen karyawan yang harus melalui “orang dalam” di sebuah perusahaan di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, membuat warga geram. Keluhan muncul setelah seorang pelamar kerja merasa diperlakukan tidak adil selama proses seleksi.
Seorang warga yang melamar pekerjaan mengaku mendapat pertanyaan janggal saat wawancara. Ia ditanya siapa yang “membawanya” melamar ke perusahaan tersebut, padahal ia datang tanpa perantara. Meski sudah mengikuti psikotes dan wawancara awal, panggilan lanjutan tak pernah kunjung datang.
Bahkan saat perusahaan membuka lowongan baru dan ia kembali melamar lewat email, hasilnya tetap sama—tidak ada respons.
“Saya mendapat laporan dari warga. Saat dia melamar pada Agustus 2025, dia dipanggil tes psikotes tanggal 18 September dan interview 23 September. Nah, pas interview dia ditanya, ‘kamu bawaan siapa melamar ke sini?’,” ujar Ade Martin, pemuda Desa Sukaresmi, Kamis (4/12).
Awalnya Ade mengira pertanyaan itu masih wajar dalam proses HRD. Namun ketika pelamar—yang ia sebut dengan nama samaran Rifki—mengirim lamaran kedua dan tetap tidak mendapat tanggapan, ia mulai curiga ada yang tidak beres.
“Awalnya saya pikir itu pertanyaan standar. Tapi setelah Rifki kirim lamaran kedua lewat email dan tidak ada panggilan sama sekali, barulah saya merasa ada yang janggal,” kata Ade.
Dari rangkaian kejadian itu, Ade menduga perusahaan lebih mengutamakan calon pekerja titipan atau rekomendasi orang dalam ketimbang pelamar umum.
“Kalau memang yang diterima hanya titipan ordal, ya seharusnya tidak usah buka lowongan. Kasihan warga yang benar-benar ingin kerja,” tegasnya.
Ade menyatakan siap membawa persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi untuk memastikan proses rekrutmen perusahaan tersebut berjalan sesuai aturan.
“Dalam waktu dekat saya akan mengadukan kasus ini ke Disnaker. Harapannya, ada pengecekan dan solusi. Apalagi pengurangan pengangguran adalah program prioritas Bupati kita, Pak Ade Kuswara Kunang,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga Sukaresmi untuk bersama-sama memperjuangkan hak mendapatkan kesempatan kerja yang adil di perusahaan-perusahaan sekitar wilayah mereka.
“Warga Sukaresmi yang anak, ponakan, atau saudaranya masih menganggur harus punya kesempatan yang sama. Kita akan perjuangkan itu,” pungkas Ade.










