URL Berhasil Disalin
URL Berhasil Disalin
Perkuat Independensi, IKA PMII Kabupaten Bekasi Desak Pembatasan Hubungan NU dan Pemerintah
Kabupaten Bekasi-Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bekasi menaruh harapan besar terhadap arah dan tata kelola Nahdlatul Ulama (NU) ke depan. Ketua IKA PMII Kabupaten Bekasi, Wawan Prancis, menyampaikan empat poin strategis yang dinilai krusial untuk memperkuat peran dan independensi NU di era modern.
Poin utama yang disoroti Wawan adalah pentingnya regenerasi dan inklusivitas kepemimpinan. Menurutnya, NU perlu memberikan porsi yang lebih luas bagi kalangan muda dan perempuan untuk mengambil peran strategis di struktur kepemimpinan.
“Generasi muda dan perempuan memiliki potensi luar biasa serta perspektif segar. Sudah saatnya kepemimpinan NU memberikan porsi yang lebih besar bagi mereka agar organisasi ini terus adaptif dan relevan menajawab tantangan zaman,” ujar Wawan Prancis.
Selain pembaharuan kepemimpinan, Wawan mendorong akselerasi digitalisasi menyeluruh dalam tata kelola administrasi organisasi. Digitalisasi ini diharapkan dapat diterapkan secara merata mulai dari Pengurus Besar (PBNU), Pengurus Wilayah (PWNU), hingga seluruh tingkatan struktural di bawahnya guna mewujudkan efisiensi, transparansi, dan tata kelola yang modern.
Terkait hubungan organisasi dengan kekuasaan, IKA PMII Kabupaten Bekasi menggarisbawahi pentingnya menjaga independensi. Wawan menegaskan perlunya pembatas dan garis hubungan yang jelas antara NU dan pemerintah, baik di tingkat pusat, PW, maupun Pengurus Cabang (PC), demi mengantisipasi potensi konflik kepentingan.
“Harus ada garis yang jelas antara NU dan pemerintah di semua tingkatan, baik PW maupun PC. Langkah ini sangat penting untuk menjaga muruah, independensi, serta menghindari konflik horizontal maupun vertikal,” tegasnya.
Terakhir, Wawan menekankan pentingnya penguatan kemandirian organisasi melalui pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi harus menjadi prioritas yang dijalankan secara terstruktur dari tingkat pusat hingga basis ter bawah agar memberi dampak langsung bagi kemaslahatan warga Nahdliyin.









