URL Berhasil Disalin
URL Berhasil Disalin
Kritik Pemerintah, Jefri Nichol Ajak Publik Sebut Pejabat Pro-Perusahaan Sebagai ‘Kompeni’
Aktor Jefri Nichol mengajak publik untuk menggunakan sebutan “kompeni” bagi pejabat publik yang lebih mementingkan kepentingan perusahaan dibanding rakyatnya.
“Mulai biasakan kalau mau memanggil pejabat publik yang lebih mementingkan kebijakan suatu perusahaan daripada rakyatnya pakai panggilan ‘kompeni’,” kata Jefri melalui unggahannya di Threads, Rabu (26/8/2026).
Jefri menjelaskan bahwa istilah “kompeni” yang ia maksud merujuk pada Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada era penjajahan Belanda yang menyengsarakkan masyarakat.
“Ya, kompeni macam zaman Belanda dulu, karena orang Belanda dulu menjajah Indonesia di bawah naungan Company VOC,” imbuhnya.
Ia menilai Indonesia saat ini masih mengalami penjajahan, hanya saja pelakunya adalah bangsa sendiri.
“Sekarang kita tetap dijajah sama perusahaan, tapi bedanya sekarang dijajah sama kompeni pribumi. Kasih tahu gue di kolom komentar dong, siapa pejabat sekarang yang pantas disebut kompeni,” lanjutnya.
Kritik Keras terhadap Menteri Kehutanan
Unggahan tersebut menuai respons positif dari publik. Tak sedikit warganet yang mengapresiasi keberaniannya mengkritik pemerintah.
Sejumlah warganet pun menyuarakan nama-nama menteri, salah satunya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menanggapi hal tersebut, Jefri turut melayangkan kritik secara langsung.
“Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan, apa kontribusinya selama menjabat?” cetus Jefri.
Menurut Jefri, Raja Juli belum memiliki program konkret yang mampu menyelamatkan kelestarian hutan di Indonesia.
“Kalau cuma wara-wiri di acara kenegaraan dan enggak ada program dia yang bisa menyelamatkan hutan, dia cocok buat kita panggil kompeni. Koreksi gue kalau dia beneran kerja, ya,” pungkasnya.











