Cacat Moral! Asda II dan Kabag Ekonomi Bekasi Diduga Dobel Fasilitas Mobil Dinas dari Perumda Tirta Bhagasasi

Kabupaten Bekasi-FORTALA Indonesia menyoroti adanya dugaan double fasilitas mobil dinas yang diterima oleh dua pejabat teras Pemerintah Kabupaten Bekasi dari Perumda Tirta Bhagasasi.

Direktur Kebijakan publik FORTALA Indonesia, Ergat Bustomy, mengungkapkan bahwa Pejabat Eselon II, Ani Gustini (Asda II sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi), serta Pejabat Eselon III, Muhammad Ridwan (Kabag Ekonomi sekaligus Sekretaris Dewan Pengawas), menerima fasilitas mobil operasional berupa Mitsubishi Pajero dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Ergat menyayangkan sikap kedua pejabat yang tetap menerima armada operasional tambahan tersebut, padahal mereka sudah mendapatkan fasilitas mobil dinas dari jabatan utamanya di Pemkab Bekasi.

“Padahal keduanya sudah dapat fasilitas mobil dinas dari jabatan asalnya, seharusnya mobil dinas dari Perumda ditolak dong. Cacat moral banget, azas manfaat. Emang satu mobilnya buat anak? Atau buat disewakan?” ujar Ergat.

Ia kemudian membandingkan tindakan tersebut dengan figur kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang memilih tidak memanfaatkan fasilitas mobil dinas gubernur, serta jajaran Muspida di Kabupaten Bekasi yang dinilainya tertib memanfaatkan armada operasional hanya satu kendaraan.

“Pejabat itu harus mencontoh yang baik. KDM Gubernur Jabar tidak ambil mobil dinas, unsur Muspida (Plt Bupati Bekasi, Kapolres, Kajari, Dandim, dan Ketua DPRD) mobil dinasnya masing-masing satu. Ini Asda II dan Kabag Ekonomi mobil dinasnya punya dua. Rakus amat,” tegasnya.

Atas temuan ini, FORTALA Indonesia mendesak Plt Bupati Bekasi dan Sekretaris Daerah (Sekda) selaku pimpinan tertinggi aparatur daerah untuk segera mengambil tindakan tegas.

“Kami minta ditegur, kalau perlu dipunishment. Diam-diam memanfaatkan aset daerah, bukannya menolak. Satu mobil sudah cukup, ini malah dua mobil dinas, belum lagi punya pribadi. Kembalikan satu mobilnya atau rakyat akan marah melihat perilaku pejabat amoral begitu,” tutup Ergat.

Selain itu dirinya meminta adanya dugaan mantan dewas berinisial RD yang belum mengembalikan mobil Operasional Masda CX 3 berwarna merah.

“Kalau ini benar pihak terkait harus segera menindaklanjutinya” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *