Duit Miliaran di Balik Proyek Bekasi, KPK Sita Uang dari Henri Lincoln
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami perkara dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi dengan memeriksa sejumlah saksi kunci. Salah satunya adalah Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, yang dipanggil penyidik pada Jumat, 10 April 2026.
Pemeriksaan tersebut difokuskan untuk mengonfirmasi dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan pengusaha Sarjan, yang telah berstatus sebagai terdakwa dalam perkara ini.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik mendalami aliran dana yang diduga diterima oleh Henri Lincoln sebagai bagian dari rangkaian praktik suap proyek.
“Pemeriksaan ini untuk mengonfirmasi dugaan penerimaan uang dari pihak swasta yang terkait dengan perkara tersebut,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta.
Dalam proses pemeriksaan itu, penyidik juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan aliran dana dari Sarjan kepada pejabat terkait.
Meski demikian, KPK belum merinci jumlah pasti uang yang disita, karena penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya aliran dana lain dalam perkara tersebut.
Kasus ini merupakan bagian dari pengusutan dugaan suap ijon proyek dan gratifikasi yang turut menyeret Bupati Bekasi periode 2025–2030, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, H.M Kunang.
Keduanya diduga menerima suap dari Sarjan dalam rangka pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Tahun Anggaran 2025.
Dalam konstruksi perkara, Sarjan disebut memberikan dana miliaran rupiah melalui sejumlah perantara untuk mendapatkan paket pekerjaan proyek.
Selain kepada kepala daerah, jaksa juga mengungkap adanya aliran dana kepada sejumlah pejabat dinas di lingkungan Pemkab Bekasi, termasuk Henri Lincoln yang diduga menerima sekitar Rp2,94 miliar.
Nama pejabat lain yang turut disebut antara lain Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, serta Kepala Dinas Pendidikan, yang diduga menerima dana dengan nominal bervariasi.
sumber : terkenal.co.id










