Bekasi Darurat Drainase, Pemkab Gandeng BBWS Normalisasi Sungai

KABUPATEN BEKASI – Banjir yang berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi bukan semata akibat curah hujan tinggi. Alih fungsi lahan yang masif, dari sawah menjadi kawasan perumahan, kini meninggalkan persoalan serius yakni sistem drainase yang tak mampu mengejar laju pembangunan.

Fakta itu terlihat jelas di kawasan Grand Cikarang City (GCC), Desa Karangraharja, Cikarang Utara. Wilayah yang dahulu berfungsi sebagai lahan resapan, kini berubah menjadi permukiman padat dengan infrastruktur air yang belum sepenuhnya siap. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersendat dan meluap ke permukiman warga.

Pelaksanaan tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengakui, pendangkalan saluran air dan buruknya kualitas drainase menjadi faktor utama penyebab banjir di kawasan tersebut.

“Satu adalah pendanggalan, kedua infrastruktur yang kurang bagus. Jadi ini awalnya kan dulu ini kan sawah. Sawah dibikin perumahan, ya jadi begini. Karena infrastrukturnya kurang baik, ya akhirnya banjir semua merata. Hampir merata seluruh perumahan,” ujar Asep, Minggu (8/2).

Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama TNI dan Polri menggelar aksi corve atau kerja bakti massal untuk membuka sumbatan aliran air.

Sebanyak 300 personel TNI-Polri dan 100 petugas kebersihan diterjunkan, didukung 10 armada truk pengangkut sampah yang mayoritas berisi limbah rumah tangga.

Meski demikian, langkah pembersihan diakui belum cukup menyelesaikan persoalan. Hingga kini, tercatat masih ada 22 desa di lima kecamatan yang terendam banjir, terutama di wilayah hilir seperti Muaragembong, yang kerap mengalami genangan berkepanjangan akibat banjir rob.

“Masih ada 22 desa yang banjir. Karena begini, kita yang dihilir itu rata-rata karena Muaragembong itu ada banji rob jadi airnya stagnan disitu. Tapi sedikit-sedikit surut. Jadi terdampak sekarang itu 5 kecamatan, 22 desa yang masih banjir,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Bekasi telah berkoordinasi dengan Bappeda, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan normalisasi sungai dan penguatan infrastruktur pengendali banjir.

“Kita ingin dibuatkan tanggul-tanggul beton di daerah rawan longsor,” tambah Asep.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menyatakan kegiatan bersih-bersih lingkungan merupakan agenda rutin Polri yang dilaksanakan setiap hari Jumat bersama jajaran Polsek dan Koramil.

“Kami dari Polres Metro Bekasi bersama TNI dan pemerintah daerah terus bersinergi membantu penanganan lingkungan serta mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” tandas Sumarni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup