Warga Keluhkan Jalan Tanggul Cikarang Utara yang Rusak dan Minim PJU

Kabupaten Bekasi-Keselamatan para pengguna jalan yang melintasi jalur perbatasan antara Desa Karang Asih dan Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, kini berada di titik mengkhawatirkan. Jalan Tanggul yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut dibiarkan dalam kondisi rusak parah dan gelap gulita tanpa adanya Penerangan Jalan Umum (PJU).

Kombinasi antara aspal yang hancur berlubang dan ketiadaan lampu jalan membuat kawasan ini layaknya “jalur maut” yang mengancam nyawa pengendara setiap malam, terutama bagi pengguna roda dua.

Keluhan mendalam disampaikan oleh Rizki (28), salah seorang pengguna jalan yang setiap hari terpaksa melintasi jalur tersebut menggunakan sepeda motor untuk pulang pergi bekerja. Ia mengaku geram dengan kondisi jalan yang seolah luput dari perhatian pemerintah daerah.

“Lewat sini tiap malam itu rasanya kayak taruhan nyawa. Udah jalanannya butut, lubang di mana-mana, lampu PJU kagak ada sama sekali. Kita ini pengendara motor paling rentan jatuh. Kalau malam benar-benar buta jalannya, cuma mengandalkan lampu motor sendiri. Masa harus nunggu ada korban jiwa dulu baru pemerintah mau gerak dan melek?” ujar Rizki dengan nada kesal saat ditemui di lokasi, Minggu malam (21/06).

Rizki menambahkan, selain ancaman kecelakaan akibat lubang yang tidak terlihat, kondisi jalan yang gelap merayap ini juga memicu kekhawatiran warga akan potensi tindakan kriminalitas atau begal di malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan fisik maupun pemasangan instalasi lampu jalan di sepanjang Jalan Tanggul perbatasan tersebut. Warga dan pengguna jalan mendesak Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk segera turun tangan melakukan peninjauan sebelum jatuh korban akibat pembiaran infrastruktur ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup