Update Banjir Bekasi: 6.250 KK Terdampak, BPBD Fokus Percepat Pemulihan
Kabupaten Bekasi – Intensitas banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Rabu (14/1) pukul 13.00 WIB, wilayah terdampak kini menyusut menjadi 13 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Empat wilayah yang masih tergenang tersebut meliputi Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin. Meski dilaporkan menyusut dibandingkan hari sebelumnya, ketinggian air di beberapa titik terpantau masih fluktuatif, berkisar antara 10 hingga 100 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengonfirmasi adanya penurunan signifikan pada cakupan wilayah terdampak.
“Jumlah desa terdampak saat ini ada 13 di empat kecamatan. Ini berkurang jika dibandingkan data Selasa kemarin yang mencapai enam kecamatan,” ujar Dodi dalam keterangannya, Rabu (14/1).
Penurunan Jumlah Warga Terdampak Seiring dengan surutnya air di beberapa titik, jumlah warga yang terdampak bencana hidrometeorologi ini juga mengalami penurunan. Tercatat sebanyak 6.250 Kepala Keluarga (KK) masih berjuang menghadapi sisa genangan, berkurang dari angka 6.840 KK pada Selasa malam.
Sebelumnya, pada Selasa (13/1) pukul 18.00 WIB, banjir sempat melumpuhkan 15 desa di enam kecamatan, termasuk Sukawangi dan Tambun Selatan yang kini dilaporkan telah mulai pulih.
Langkah Penanganan BPBD memastikan bahwa distribusi bantuan terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan mendasar warga di lokasi pengungsian maupun yang bertahan di rumah.
“Kami telah menyalurkan bantuan logistik kepada korban di wilayah terdampak. Saat ini fokus kami adalah berkoordinasi dengan dinas serta instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut dan mitigasi pasca-banjir,” tambah Dodi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan tetap disiagakan untuk memantau fluktuasi debit air, mengingat kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi.










