Perempuan Jadi Garda Depan Kerukunan, FKUB Kabupaten Bekasi Gelar FGD Lintas Agama

 

(FKUB) Kabupaten Bekasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh perempuan lintas agama. Dok. Restu/Pilarind.id

Pilarind.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh perempuan lintas agama dan organisasi kemasyarakatan di Hotel Grand Cikarang Jababeka, Rabu (19/8/2026).

Mengusung tema “Perempuan Hebat, Toleransi Kuat, Merawat Kerukunan dalam Bingkai Moderasi Beragama”, kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga toleransi dan kerukunan di Kabupaten Bekasi.

Ketua FKUB Kabupaten Bekasi, KH. Soleh Jaelani, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kerukunan, baik melalui keluarga maupun lingkungan masyarakat.

“Kerukunan bukan berarti menyamakan keyakinan. Kerukunan adalah bagaimana kita dapat hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga kehidupan masyarakat tetap damai,” ujar KH. Soleh Jaelani.

Menurutnya, nilai toleransi perlu ditanamkan sejak dari keluarga. Perempuan sebagai pendidik utama di rumah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu menghargai perbedaan dan tidak mudah terprovokasi.

FGD juga membahas tantangan kerukunan di era digital, terutama penyebaran informasi tidak valid, ujaran kebencian, dan provokasi berbasis identitas. Karena itu, perempuan didorong meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi secara bijak.

FKUB Kabupaten Bekasi berharap hasil diskusi dapat diwujudkan dalam aksi nyata melalui kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta dialog lintas agama.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi perempuan dan tokoh lintas agama, di antaranya Muslimat NU, Aisyiyah, BKMM DMI, FKMT, BKMT, PERSISTRI, MUSMA, Wanita LDII, PHDI, PGIS, PGIPI, serta Forum Wanita Lintas Agama (FORWALA) FKUB Kabupaten Bekasi.

Melalui kegiatan ini, FKUB menegaskan bahwa merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama, dengan perempuan diharapkan menjadi salah satu penggerak utama toleransi dan perdamaian di tengah keberagaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *